"Sedikit Ungkapan Si Perempuan"
Nama:Aning Sri Mintarsih
Nim:12001009
Kelas: 4E PAI
Dosen Pengampu:
Drs Fahrul Razi, M.Pd Firmansyah S.Pd.I . M.Pd
Ditulis untuk memenuhi tugas UAS Media pembelajaran
"Perempuan"
Aku menyebutnya Pelangi, indah. segala warna menghampiri, namun terlihat samar di mata sang awam. Harus lembut katanya, dituntut pandai dalam segala hal. Jika melangkah diwaktu malam, kata mengiris tak dapat ditepis. dianggap tidak benar, buruk perangai ujarnya. Agama menghormatinya, namun budaya jadi batasannya...
geraknya diatur , begitu pula dengan standar rupanya. terkadang membuat percaya dirinya hilang hingga lenyap ntah kemana. sibuk membenahi fisik sebab tuntutan si pengusik.
Menangis dan diam senjatanya dikala sakit. Tak berani teriak karena pesimis tak ada yang mendengarkan. Dari waktu ke waktu dirinya tak pernah dipandang sama, tak pernah seimbang dengan lawan jenisnya. hidup di ruang yang sama, namun perlakuan selalu berbeda. pekikan itu terus terdengar "lemah katanya!"
semua orang harus baca buku karangan presiden RI yang pertama yakni: Bapak proklamator kita Ir. Soekarno. semoga diberkahi selalu atas bukunya yang berjudul "Sarinah" buku yang menceritakan tentang berjasanya seorang perempuan bernama Sarinah didalam hidupnya yang telah menanamkan sifat humanisme sedari kecil sehingga menjadikan jati diri Soekarno begitu berarti di mata rakyatnya. sekali lagi saya katakan "Semua harus baca bukunya, walau hanya sedikit!"
beliau mengatakan didalam bukunya: " Soal perempuan perlu dipecahkan, difikirkan, bukan saja oleh perempuan tapi juga oleh kaum laki-laki, karena memang soal perempuan memang suatu soal masyarakat yang amat penting"
Rasulullah juga bersabda: " Perempuan itu tiang negeri, manakala baik perempuan, baiklah negeri sebaliknya, manakala rusak perempuan, maka rusaklah negeri.
Dalam mengambil keputusan perempuan juga perlu dilibatkan! karena soal masyarakat dan negara bukan hanya tentang laki-laki saja, tetapi tentang perempuan dan laki-laki.
"Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung, jika dua sayap itu sama kuatnya.. maka terbanglah burung itu sampai puncak udara yang setinggi-tingginya, dan jika patah dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali."
Tulisan ini bukan untuk membenci laki-laki, bukan untuk mendominasi dan juga bukan untuk berkeinginan diatas laki-laki...
My Instagram: _nining.111
BalasHapus